Analisis Jaringan Komunikasi

Modul Belajar 14 – Analisis Jaringan Komunikasi

Tujuan:

  • Tujuan Umum: Memahami gambaran umum interaksi manusia dalam suatu sistem, dalam hal ini adalah organisasi pemerintah daerah (OPD) yang tergabung Pokja AMPL/Sanitasi, melalui kegiatan komunikasi yang dilakukan.
  • Tujuan Khusus: (i) mengenali kecocokan/klik komunikasi dalam suatu sistem, (ii) mengenali peranan khusus seseorang dalam jaringan komunikasi, dan (iii) mengukur berbagai indikator struktur komunikasi, seperti: keterhubungan klik, keterbukaan klik, keintegrasian klik, dan sebagainya.

Sasaran:

  • Fasilitator Implementasi di provinsi (berbagai keahlian)
  • Tenaga Ahli di Pusat yang bekerja di lingkungan PPSP

Kegiatan dan Estimasi Waktu Pembelajaran:

  1. Mempelajari teks serta referensi yang disediakan : 45 menit
  2. Mengerjakan kuis pra-pelatihan : 15 menit

Pengantar:

Agar terciptanya keberhasilan pembangunan sanitasi di kabupaten/kota, pokja bersama fasilitator harus berpikir taktis dalam menggaet dukungan penuh kepala daerah sebagai sasaran akhir advokasi yang dituju. Untuk meraih dukungan penuh tersebut, advokasi yang efektif biasanya diawali dengan membangun kolaborator advokasi atau mitra inti yang mencakup tim pelaksana pokja dan para kepala dinas (OPD) termasuk Kepala Bappeda. Analisis jaringan komunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang akan membantu bagaimana pentahapan advokasi yang efektif.

Kemampuan melakukan analisis jaringan komunikasi merupakan keterampilan dasar yang mesti dimiliki seorang fasilitator. Dalam menjalankan proses fasilitasinya, fasilitator dapat memanfaatkan hasil analisis jaringan komunikasi, yaitu mengenali aktor-aktor pembangunan sanitasi –melalui pertemuan-pertemuan dengan Tim Kecil Pokja, ketua-ketua OPD, sekretaris daerah, dan kepala daerah– untuk tercapainya tujuan advokasi.

Jika fasilitator dapat menguasai keterampilan ini, maka fasilitator dapat memahami kecocokan/klik komunikasi dalam sistem, peranan tiap individu, tingkat keterhubungan antar-aktor di Pokja, dan antar-kepala OPD. Hal tersebut akan membantu fasilitator untuk mengetahui akses dan saluran yang efektif untuk tiap-tiap gagasan yang hendak diadvokasikan kepada kepala daerah. Akhirnya, fasilitator dapat merencanakan, menentukan, dan melaksanakan langkah-langkah advokasi dan komunikasi dengan lebih efektif dan tepat.

Sebelum anda mempelajari lanjut modul ini, silakan untuk menjawab pertanyaan berikut dengan membayangkan kondisi kabupaten/kota anda bertugas saat ini:

Berdasarkan kondisi kabupaten/kota anda bertugas, individu manakah yang sangat “klik” dengan kepala daerah kabupaten/kota anda?