Analisis Rantai Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik

Modul Belajar 2 – Analisis Rantai Layanan Pengelolaan Air Limbah Domestik

Tujuan:

  • Anda dapat menetapkan tingkat akses dan cakupan layanan air limbah domestik eksisting
  • Anda dapat menetapkan gap akses terhadap pencapaian akses universal (universal access)
  • Anda dapat menetapkan kondisi/keberfungsian subsistem /komponen air limbah domestik

Sasaran:

  • Pokja Sanitasi/AMPL atau nama lainnya di kabupaten/kota
  • Pokja Sanitasi/AMPL atau nama lainnya di provinsi
  • OPD terkait sanitasi di kabupaten/kota dan provinsi
  • Fasilitator Implementasi di provinsi (berbagai keahlian)
  • Tenaga Ahli di Pusat yang bekerja di lingkungan PPSP
  • PMU dan PIU PPSP

Kegiatan dan Estimasi Waktu Pembelajaran:

  1. Mempelajari teks serta referensi yang disediakan : 45 menit
  2. Mengerjakan kuis pra-pelatihan : 15 menit

Pengantar:

Selepas 2019, kita akan jadi bahan tertawaan jika membanggakan capaian sanitasi hanya dari jumlah jamban dan penduduk yang tidak Buang Air Besar Sembarangan. Di berbagai belahan dunia, sanitasi sudah beranjak dari sekadar persoalan kebersihan menjadi isu lingkungan. Toilet terbangun tidak ada artinya, jika ujung pembuangannya masih dibiarkan mencemari air tanah dan lingkungan.

PBB memantapkan arahan global ini lewat rumusan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan untuk tuntas di tahun 2030. Beranjak dari ketersediaan sarana, terwujudnya pengelolaan air limbah domestik untuk semua kini jadi tujuan utama pembangunan berkelanjutan.

Target 6 pada Sustainable Development Goals

SDGs, diterjemahkan sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) lewat Perpres No. 59/2017, menjelaskan indikator pembangunan berkelanjutan untuk sektor air limbah domestik lewat butir Target No. 6 (Goals 6)

  • Proporsi limbah cair yang diolah secara aman
  • Jumlah kabupaten/kota yang ditingkatkan kualitas pengelolaan lumpur tinja perkotaan dan dilakukan pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT)
  • Proporsi rumah tangga yang terlayani sistem pengelolaan lumpur tinja.
  • Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak
  • Jumlah desa/kelurahan yang Open Defecation Free (ODF) / Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS).
  • Jumlah kab/kota yang terbangun infrastruktur air limbah dengan sistem terpusat skala kota, kawasan dan komunal
  • Proporsi rumah tangga (RT) yang terlayani sistem pengelolaan air limbah terpusat.

Pemerintah Daerah, sebagai pemandu kesadaran menuju kondisi sanitasi yang lebih baik, dapat mengacu pada diagram rantai layanan air limbah domestik yang memperlihatkan secara sederhana kondisi pengelolaan air limbah domestik saat ini.

Diagram rantai layanan air limbah domestik merupakan diagram versi sederhana yang memperlihatkan alur pengelolaan air limbah secara aman dari hulu ke hilir. Pengelolaan secara aman ditampilkan dengan panah hijau, pengelolaan tidak aman ditampilkan dengan panah merah.

Pada awal proses advokasi kepada Kepala Daerah, diagram rantai layanan air limbah dapat dimanfaatkan Pokja Sanitasi/AMPL untuk memperlihatkan ringkasan kondisi pengelolaan air limbah yang komprehensif sekaligus mudah dimengerti.

Berdasarkan kondisi kota/kabupaten anda, sistem apa yang digunakan untuk mengelola air limbah domestik?

 

Berdasarkan kondisi kota/kabupaten anda, sistem apa yang digunakan untuk mengelola lumpur tinja?

 

Untuk membantu Pokja Sanitasi/AMPL menghasilkan rantai layanan air limbah yang sesuai dengan kondisi lapangan, perlu sederet data dan analisis perhitungan. Perhitungan ini pun melibatkan sejumlah rumus yang cukup rumit jika dikerjakan secara manual. Di sinilah, instrumen SSK untuk analisis rantai layanan pengelolaan air limbah menjadi sangat bermanfaat.