Penyusunan Laporan Status Sanitasi (LSS)

Modul Belajar 19 – Laporan Status Sanitasi

Tujuan:

  • Tersusunnya secara lengkap draf pertama Laporan Status Sanitasi untuk didiskusikan dengan seluruh anggota Pokja

Sasaran:

  • Pokja Sanitasi/AMPL atau nama lainnya di kabupaten/kota
  • Pokja Sanitasi/AMPL atau nama lainnya di provinsi
  • OPD terkait sanitasi di kabupaten/kota dan provinsi
  • Fasilitator Implementasi di provinsi (berbagai keahlian)
  • Tenaga Ahli di Pusat yang bekerja di lingkungan PPSP
  • PMU dan PIU PPSP

Kegiatan dan Estimasi Waktu Pembelajaran:

  1. Mempelajari teks serta referensi yang disediakan : 45 menit
  2. Mengerjakan kuis pra-pelatihan : 15 menit

Pengantar:

Permasalahan sanitasi sejatinya tidak hanya dapat dianalisis dalam satu aspek saja. Nyatanya, analisis multiaspek dapat menjawab permasalahan tersebut serta memberi petunjuk solusi secara menyeluruh. Dalam mengidentifikasi gap multiaspek hingga merumuskan isu-isu strategis dan rekomendasi, Laporan Status Sanitasi (LSS) dapat membantu Pokja AMPL/Sanitasi memilih data-data penting dan memberikan gambaran multi aspek serta rekomendasi berdasarkan kondisi terkini. Untuk kepentingan ini, LSS idealnya dibuat dari dokumen SSK yang datanya masih valid dan berusia tidak lebih dari 4 tahun.

Sebelum anda mempelajari lebih lanjut modul ini, silakan untuk menjawab pertanyaan berikut:

Berdasarkan kondisi kabupaten/kota anda, apakah anda melakukan analisis tambahan untuk menyusun laporan status sanitasi (LSS)?