HOME Forum Teknis Cerita Sukses Indramayu

2 balasan, 2 voices Last updated by  Katherina Liandy 2 bulan, 4 minggu yang lalu
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #140666

    Pokja Indramayu
    Peserta
    @Pokja_Indramayu

    CERITA SUKSES Bidang Teknis
    Kabupaten/Kota:Kabupaten Indramayu, Jawa Barat

    Nama/Deskripsi Inisiatif:

    ‘Aditama & Adisembada’, Adaptasi Adipura untuk Monev Tingkat Lokal

    Permasalahan/Latar Belakang: 
    Di ajang penghargaan Adipura, yang prestisius di antara kabupaten/kota se-Indonesia, Kabupaten Indramayu boleh jadi telah sembilan kali berturut-berturut menyabet penghargaan ‘Kota Kecil’. Akan tetapi, prestasi Adipura belumlah cukup untuk menjamin capaian akses yang menyeluruh.

    Per Agustus 2017, tingkat pengurangan sampah di Kabupaten Indramayu tercatat baru mencapai 15,47% dari target 20%. Sementara itu, per Mei 2017, tingkat penanganan sampah Indramayu adalah 76,94% dari target 80%. Target Akses Universal 2019 tersebut berlaku untuk wilayah perkotaan.

    Gap ini dipengaruhi faktor masih rendahnya partisipasi masyarakat. Berbeda tingkat kota/kabupaten yang mengandalkan pelayanan pemerintah, penanganan & pengurangan sampah di tingkat desa membutuhkan peran serta masyarakat.

    Aksi/Inisiatif
    Dalam rangka membangun kemandirian desa dalam pengelolaan sampah, Pokja Sanitasi Kabupaten Indramayu mengadaptasi sistem penilaian dan semangat inovasi dari penghargaan Adipura untuk skala lokal. Tujuan besar dari ajang penghargaan ini adalah untuk melakukan monev, agar disiplin pengelolaan lingkungan dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan.
    Pada September 2017, Pemkab Indramayu menggelar ajang penghargaan ‘Aditama’untuk tingkat kecamatan dan ‘Adisembada’ untuk tingkat desa.

    Indikator
    Aditama & Adisembada turut mencakup faktor lingkungan & persampahan di dalam aspek penilaiannya, dengan pembagian lokasi penilaian antaralain Perumahan, Perkantoran, Sekolah, Saluran Drainase, dan Jalan. Masing-masing lokasi ini memiliki sub komponen ‘sampah’, meski hanya secara umum.

    Komponen persampahan spesifik yang beririsan dengan angka capaian akses antara lain:
    – adanya ‘tempat sampah’ di lokasi Perumahan, Perkantoran, dan Sekolah;
    – adanya ‘sarana pemilahan sampah’ & ‘proses pemilahan sampah’ di lokasi Sekolah.

    Di samping kelompok kategori penilaian fisik yang diuraikan di atas, terdapat pula kelompok kategori non-fisik. Inovasi merupakan salah satu indikator kategori non-fisik, bersama dengan indikator-indikator lain seperti APBD, PBB, dan Kesehatan Ibu & Anak.

    Proses Penilaian
    1. Penilaian awal di tingkat kel/desa dan kecamatan, berupa pengisian data secara mandiri oleh Camat/Kuwu/Lurah.
    2. Penetapan lokasi penilaian.
    3. Pemantauan kondisi fisik lapangan pada titik pantau.
    4. Penilaian dalam dua tahap.

    Hasil dan Dampak
    Beberapa capaian teknis dari digelarnya Aditama & Adisembada antara lain:
    1. Hasil penilaian Aditama & Adisembada menjadi referensi bentuk implementasi teknis persampahan berdasarkan peran kelembagaan masing-masing (implementasi versi desa/kelurahan, versi kecamatan, & versi kabupaten). Pembagian peran ini tercantum di Perbup tentang Penyediaan & Penyelenggaran Sarpras Pengelolaan SSRT dan SSSRT.

    2. Hasil penilaian turut mencatat bentuk-bentuk inovasi teknis, yang tidak mungkin tercermin dalam pendataan berbasis angka. Inovasi-inovasi ini akan menjadi bahan Advocacy & Horizontal Learning (AHL), untuk menjadi pembelajaran bersama dan replikasi.

    3. Sistem penilaian turut membantu desa/kelurahan dalam menyusun Readiness Criteria untuk pengadaan hibah berbasis prestasi dan atau bantuan teknis lainnya, baik dari pemerintah maupun non pemerintah.

    4. Indikator penilaian Aditama & Adisembada jadi masukan untuk terbitnya 4 kebijakan/Perbup terkait persampahan. Salah satunya, Perbup tentang Insentif dan Disinsentif. Saat ini, dokumen-dokumen tersebut tengah diproses di biro hukum.

    Beberapa inovasi tingkat desa & kecamatan, hasil temuan proses penilaian:
    1. Desa Tinumpuk hadir dengan Program MASARO (Manajemen Sampah Zero), yang mengedepankan pengurangan serta pemilahan sampah di kalangan masyarakat desa, serta pengelolaan sampah. Bank Sampah IBU-TIN dari Desa Tinumpuk mengelola sampah dengan teknologi thermal dari LTPM ITB & PT. Polytama Propindo. Pengembangan lebih lanjut Kabupaten Indramayu mendorong lahirnya “Program Daur Ulang” untuk mengatasi persoalan sampah di sumber.

    2. Desa Eretan Kulon hadir dengan Program Master Kasir, mengedepankan pengelolaan sampah organik menjadi gas metan & pupuk cair, pemilahan & pengelolaan sampah non organik menjadi kerajinan tangan, serta program menabung sampah. Desember 2017, tercatat omzet Bank Sampah Eretan (BSE) mencapai Rp 30juta/bulan lewat nasabah sejumlah 370 KK dan setoran bodolan sebesar 7 ton/bulan. BSE juga bekerjasama dengan UMKM Desa Eretan Kulon, memungkinkan masyarakat untuk membayar listrik dengan sampah.

    3. Desa Sukareja, lewat Bank Sampah Mulia Asri bekerjasama dengan UPT Kesehatan (Puskesmas), menerima sampah sebagai pembayaran untuk layanan kesehatan.

    4. Desa Anjatan Utara mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) untuk pengelolaan sampah mandiri. Dengan menggunakan anggaran desa, Anjatan Utara membiayai petugas pengangkut sampahnya sendiri. Teknologi thermal ramah lingkungan juga dikembangkan di tingkat desa.

  • #140675

    Katherina Liandy
    Keymaster
    @Katherina_Liandy

    Selamat pagi Bapak/Ibu Penggiat Sanitasi,

    Berikut ada link video yang merupaka inovasi persampahan dari Indramayu untuk mendukung cerita sukses dariPoka Indramayu, silakan mengeceknya di:

    http://bit.ly/VideoIndramayu

    Semoga menginspirasi bapak/ibu 🙂

    Terima kasih

  • #139379

    Katherina Liandy
    Keymaster
    @Katherina_Liandy

    Selamat pagi Bapak/Ibu Penggiat Sanitasi,

    Berikut ada link video yang merupaka inovasi persampahan dari Indramayu untuk mendukung cerita sukses dariPoka Indramayu, silakan mengeceknya di:

    http://bit.ly/VideoIndramayu

    Semoga menginspirasi bapak/ibu 🙂

    Terima kasih

Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.