Luncurkan LLTT, Soppeng Tunjuk ASN Jadi Teladan

Pagi ini (27/3), Kabupaten Soppeng resmi meluncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) untuk masyarakat umum. Rumah Sekda Soppeng Andi Tenri Sessu pun jadi rumah pertama yang disedot tinjanya. Didampingi petugas dari Dinas LH, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak secara simbolis turun langsung mengoperasikan alat sedot truk tinja untuk rumah pertama ini.

Mengawali program LLTT, Pokja Sanitasi Kabupaten Soppeng memang telah mendaulat jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari 44 kepala SKPD & eselon 2 sebagai pelanggan pertama. Per Februari, sebanyak 2.272 dari 5.300 ASN sudah mengisi pendaftaran online dan terdaftar sebagai pelanggan LLTT.

Menurut Kaswadi, kalangan ASN sudah selayaknya menjadi contoh bagi masyarakat umum.

“Kenapa dari ASN? Karena ASN harus jd panutan, minimal di lingkungannya. Bagaimana kita menganjurkan masyarakat kalau kita tidak?” tandas Bupati Kaswadi, dalam sambutannya, Selasa (27/3) pagi tadi. “ASN itu wajib. Kalau perlu gara2 tinja, jabatanmu dicopot!”

Berdasarkan data Dukcapil elektronik Kabupaten Soppeng, terdapat 73.476 KK yang menjadi target program LLTT. Dalam laporannya, Kepala Dinas LH Kabupaten Soppeng lantas menegaskan bahwa target minimal 70% KK yg dilayani sampai 2021.

Selama ini, layanan sedot tinja di Soppeng masih belum optimum. Hanya 0,003% dari seluruh penduduk Kabupaten Soppeng yang melakukan penyedotan tangki septik.

Momen peluncuran LLTT ini merupakan bagian Gerakan Soppeng Bebas Ancaman Tinja (SoBAT) yang diluncurkan pada 17 Agustus 2017 lalu. Sejak tahun lalu, Gerakan SoBAT gencar menyemarakkan pengecekan kelayakan & pembangunan ulang tangki septik bagi warga Soppeng. Saat ini, baru terdapat 10 desa/kecamatan dari total 70 desa/kecamatan di Kabupaten Soppeng yang sudah berstatus ODF (Open Defecation Free). Melalui Gerakan SoBAT, Kabupaten Soppeng bertekad mengentaskan BABS & memaksimalkan pengelolaan IPLT di akhir tahun 2018.

Sebagai bagian dari Gerakan SoBAT, di acara yang sama, Ketua Penggerak PKK Soppeng Hj. Nurjannah pun didaulat sebagai Duta Sanitasi.