Pelatihan ‘Menulis Praktik Baik Hasil Program AMPL’

Dalam perjalanan menuju pencapaian target 100-0-100 Akses Universal 2019, kegiatan berbagi praktik baik seringkali luput tak terbahas. Padahal, pertukaran informasi ini bisa berkontribusi untuk percepatan. Terutama, untuk wilayah dengan kondisi geografis dan gap permasalahan yang tidak terlalu besar seperti Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan saling berbagi cerita implementasi sanitasi, kabupaten/kota pun punya referensi untuk menyelesaikan permasalahan di wilayah masing-masing.

Merespon kebutuhan ini, Pokja AMPL Provinsi Sulawesi Selatan didukung UNICEF bekerjasama dengan Yayasan BaKTI dan Urban Sanitation Development Program (USDP) menggelar Pelatihan ‘Menulis Praktik Baik Hasil Program AMPL’ pada Rabu (25/4) & Kamis (26/4). Turut menghadirkan jurnalis Kantor Berita ANTARA sebagai fasilitator, acara ini membekali perwakilan Pokja AMPL/Sanitasi dari 10 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan ilmu jurnalisme warga (citizen journalism).

Mulanya, fasilitator membekali peserta dengan teori-teori jurnalistik dasar, fotografi dasar, dan jenis-jenis publikasi. Setelah itu, para peserta langsung masuk sesi praktik menuliskan kisah sukses dari daerah masing-masing. Beberapa peserta bahkan mendapat kesempatan menerima umpan balik untuk tulisan mereka. Fasilitator dari Kantor Berita ANTARA, Muh. Darwin Fatir, pun menekankan pentingnya mencantumkan data dalam penulisan berita.

“Tulisan itu paling bagus ketika diperkaya data, supaya ada kebenaran di dalamnya,” tandas Darwin.

Berbekal ilmu tersebut, Pokja AMPL/Sanitasi dari kabupaten/kota nantinya dapat berbagi praktik baik di daerah mereka masing-masing lewat website Pokja AMPL Provinsi Sulawesi Selatan. Dilansir di halaman http://ampl.sulselprov.go.id, website tersebut pun akan jadi himpunan geliat sanitasi di level kabupaten/kota.

“Kalau di Nawasis kita berbagi data, di sini kita berbagi praktik-praktik baik,” jelas Kasubid Pengembangan Wilayah Bappeda Sulawesi Selatan Irawan Dermayasamin.

Menurut UNICEF WASH Program Officer Wildan Setiabudi, berbagi praktik baik dapat membantu Pemprov Sulsel menyasar titik-titik sulit dalam usaha menuntaskan pencapaian akses hingga 100%. Saat ini, capaian akses sanitasi Provinsi Sulsel berada di angka 88%.

“Banyak praktik baik yang mungkin sudah dilakukan, tapi kita kekurangan wahana untuk membagikan praktik baik,” ujar Wildan, saat pembukaan acara, Rabu (25/4) kemarin.

Kurangnya wahana dan kebiasaan untuk berbagi praktik baik ini sedikit banyak disebabkan oleh susunan Pokja AMPL/Sanitasi saat ini. Menurut Provincial Sanitation Development Advisor (ProSDA) Sulawesi Selatan USDP Yudi Wijanarko, Dinas Infokom seharusnya menjadi penggerak Pokja AMPL/Sanitasi dalam menyuarakan cerita-cerita sanitasi.

“Mungkin di beberapa kabupaten/kota, Dinas Infokom belum jadi anggota Pokja,” ujar Yudi Wijanarko. “Padahal kalau kita mengacu ke Surat Edaran (SE) Mendagri No. 845/9287/SJ tentang pengelolaan program PPSP itu, Dinas Infokom itu masuk di [Pokja–red] situ.”

Bagi pokja-pokja yang belum terbiasa menuliskan rilis ataupun kisah sukses, praktik menulis ini boleh jadi terasa berat. Namun, Direktur Eksekutif BaKTI Yusran menyemangati Pokja AMPL agar tidak ragu untuk memulai.

“Kalau bapak ibu anggap harus menulis seperti jurnalis, akan jadi beban dulu,” ujar Direktur Eksekutif BaKTI Yusran. “Jangan pikirkan apa yang akan ditulis, tapi tulis saja apa yang dipikirkan.”