Siarkan Pentingnya Sanitasi, BAZNAS Utus Da’I & Da’iyyah

Bersama-sama BAZNAS Kabupaten Muara Enim, Pemda meluncurkan Program Da’i/Da’iyyah Sanitasi, Jumat (20/7) lalu. Pembentukan Da’i/Da’iyyah Sanitasi ini merupakan inisiatif pertama di Provinsi Sumatera Selatan. Rangkaian ‘Launching dan Pelatihan Da’i/Da’iyyah Sanitasi’ ini diadakan pada 20-21 Juli 2018 di Hotel Griya Serasan Muara Enim. Selain meluncurkan program Da’i/Da’iyyah Sanitasi, BAZNAS Muara Enim juga turut mengkonsolidasikan pengumpulan zakat oleh UPZ Kecamatan.

Pembentukan Da’i/Da’iyyah Sanitasi merupakan inovasi baru BAZNAS Kabupaten Muara Enim dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang pembangunan sanitasi. Sebelumnya, BAZNAZ telah membangun 100 unit jamban sehat di Kecamatan Tanjung Agung.

Data STBM Kabupaten Muara Enim menyebutkan, rumah tangga (RT) yang masih berpraktik BABS mencapai 25,2%. Menurut TNP2K, masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat mencapai 8.353 RT (MBR) dan 34.198 RT (non-MBR) – sebuah potret yang menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam “bersanitasi”. Ini mendorong Pemda Muara Enim gencar melaksanakan kegiatan-kegiatan promotif dan persuasif untuk mengubah perilaku masyarakat.

Dalam upaya advokasi sanitasi di lapangan, para Da’i dan Da’iyyah akan memanfaatkan forum-forum jumatan & majelis ta’lim untuk menyampaikan materi sanitasi yang dikaitkan dengan Hadist & Al-Qur’an. Selama 2 hari, para Da’i dan Da’iyyah pun menerima pelatihan tentang pengelolaan air limbah domestik, peranan advokasi Da’i Sanitasi, serta praktik pemicuan lewat STBM. Materi ini disampaikan oleh tenaga ahli dari Urban Sanitasi Development Program (USDP) dan fasilitator STBM.

Bupati Muara Enim yang diwakili Kabag Kesra Setda Drs. H. Rusdi Hairullah, M.Si, mengapresiasi BAZNAS Muara Enim atas komitmennya memanfaatkan dana ZIS untuk penyediaan jamban sehat bagi para mustahik dan membentuk para Da’i/Da’iyyah Sanitasi.

“Hal ini seiring dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Muara Enim,” ujar Rusdi, dalam sambutannya, Jumat (20/7) lalu.

Acara peluncuran dan pelatihan tersebut dihadiri Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sumatera Selatan Drs. H. M. Sanan, Bappeda, Dinas PUPR, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim. Peserta pelatihan adalah (calon) da’i dan da’iyyah sanitasi dari 20 kecamatan, masing-masing diwakili dua orang, dan 10 peserta dari BAZNAS Kabupaten dan Sarjana Bina Desa.